Satu Korban Terseret Arus di Pantai Ujong Manggeng Ditemukan Meninggal

Satu Korban Terseret Arus di Pantai Ujong Manggeng Ditemukan Meninggal

Bagikan:

ACEH BARAT DAYA – Tim gabungan menemukan satu dari dua korban yang terseret arus di Pantai Ujong Manggeng, Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (30/06/2026). Korban bernama Aida (14), warga Gampong Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, ditemukan meninggal dunia di laut sekitar satu mil dari bibir pantai, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB ketika personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor (Polres) Abdya bersama nelayan setempat melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Penemuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam operasi pencarian yang berlangsung sejak Senin (29/06/2026) sore.

Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Abdya Nurdi membenarkan penemuan jasad korban. “Korban ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, terapung tidak jauh dari lokasi awal kejadian di Pantai Ujong Manggeng. Jarak penemuannya sekitar satu mil dari bibir pantai,” ujar Nurdi, sebagaimana diberitakan Serambi Indonesia, Selasa (30/06/2026).

Setelah dievakuasi ke daratan, jenazah Aida langsung diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Meski satu korban telah ditemukan, tim gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap Maida Fitri (12), warga Gampong Ladang Panah, Kecamatan Manggeng, yang hingga kini belum ditemukan.

“Baru satu korban yang ditemukan. Kita akan terus memaksimalkan pencarian terhadap korban satunya lagi atas nama Maida Fitri (12), asal Ladang Panah, Kecamatan Manggeng,” tambah Nurdi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat satu keluarga berwisata dan mandi di Pantai Ujong Manggeng pada Senin (29/06/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Ketika berada di pantai, kedua anak tersebut diduga terseret arus setelah ombak besar datang secara tiba-tiba.

Keuchik Gampong Lhok Pawoh Amiruddin mengatakan ayah kedua korban sempat berupaya menyelamatkan anak-anaknya, namun derasnya arus laut membuat usaha tersebut tidak berhasil.

“Satu keluarga itu datang untuk mandi-mandi. Kemudian tiba-tiba ditarik arus ombak. Sempat ditolong oleh ayah korban, namun karena arus terlalu kuat, korban tidak mampu terselamatkan,” ungkap Amiruddin.

Usai menerima laporan sekitar pukul 15.20 WIB, tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir kawasan pantai hingga perairan sekitar lokasi kejadian. Operasi tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abdya, Search and Rescue (SAR), Taruna Siaga Bencana (Tagana), personel Satpolairud Polres Abdya, nelayan, serta warga setempat. Hingga Selasa siang, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilanjutkan. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa