SEMARANG – Aparat kepolisian menyiapkan skema pengamanan berlapis menjelang sidang perdana dugaan korupsi dengan terdakwa Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (15/06/2026). Pengamanan dilakukan seiring rencana kehadiran ribuan pendukung yang akan memberikan dukungan moril selama persidangan berlangsung.
Sidang perkara Nomor 46/Pid.Sus-Tpk/2026 dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Berdasarkan informasi dari pengadilan, terdakwa saat ini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Semarang.
Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Hadi Sunoto, memastikan sidang perdana akan digelar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Sidang Nomor 46/Pid.Sus-Tpk/2026 atas nama terdakwa Sudewo dilaksanakan hari Senin, 15 Juni 2026.”
“(Saat ini) Terdakwa ditahan di Rutan Kelas I Semarang,” kata Hadi, sebagaimana diwartakan Tribun Banyumas, Minggu (14/06/2026).
Majelis hakim yang memimpin persidangan terdiri atas Hakim Ketua Edwin Pudyono dengan hakim anggota Kukuh Kalinggo Yuwono dan Bonifasius Nadya Aribowo.
Di sisi lain, pendukung Sudewo dari Kabupaten Pati (Pati), Jawa Tengah (Jateng), disebut telah menyiapkan keberangkatan menuju Semarang menggunakan belasan bus.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pemuda Djoeang sekaligus koordinator loyalis Sudewo, Fatkhur Rahman, menyebut sekitar seribu orang diperkirakan hadir untuk memberikan dukungan.
“Besok pagi, sekitar seribu orang, akan berangkat ke Semarang.”
“Ada 17 bus yang berangkat,” kata Fatkhur Rahman saat dikonfirmasi, Minggu.
Menurut Fatkhur, massa pendukung berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai kelompok tani hingga jaringan loyalis lainnya. Ia memastikan kegiatan tersebut akan berlangsung tertib dan mematuhi aturan yang berlaku.
Sementara itu, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang telah menyiapkan langkah pengamanan, termasuk pengawalan sejak pemindahan terdakwa dari Rutan menuju lokasi persidangan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasihumas) Polrestabes Semarang, Riki Fahmi Mubarok, mengatakan pihaknya telah memetakan potensi situasi selama persidangan berlangsung.
“Kami sudah mulai membaca skema dan potensi yang ada.”
“Nanti ada eskalasi pengamanan mulai situasi hijau, kuning sampai merah, itu sudah menjadi SOP kami,” kata dia, Kamis.
Hingga kini, kepolisian mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait mobilisasi massa dari Pati ke Semarang. Meski demikian, aparat memastikan pengamanan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses persidangan. []
Redaksi05

