Tragedi Kereta di Spanyol Picu Amarah, Demonstran Bentrok dengan Polisi

Tragedi Kereta di Spanyol Picu Amarah, Demonstran Bentrok dengan Polisi

Bagikan:

Tragedi tabrakan kereta yang menewaskan 68 orang memicu demonstrasi ricuh di Madrid, dengan massa menuntut Menteri Transportasi Oscar Puente mundur dan pemerintah mengusut penyebab kecelakaan.

MADRID – Tuntutan pertanggungjawaban atas kecelakaan kereta yang menewaskan 68 orang di Castilla-La Mancha, Spanyol, meluas menjadi demonstrasi ricuh di ibu kota Madrid, Rabu (28/10/2026). Sekitar 1.500 orang turun ke jalan dan mendesak Menteri Transportasi Oscar Puente mengundurkan diri, sementara bentrokan dengan polisi pecah ketika massa menyampaikan protes di depan kantor kementerian.

Aksi yang diorganisasi kelompok sayap kanan itu berlangsung di luar Kementerian Transportasi Spanyol. Para demonstran menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas tragedi yang menewaskan puluhan penumpang tersebut. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah peserta melempar botol dan suar ke arah polisi, yang merespons dengan menembakkan gas air mata, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (29/10/2026).

Foto-foto yang beredar memperlihatkan massa membawa spanduk bertuliskan “Pergi!” di samping gambar Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez. Demonstran lainnya mengangkat tulisan “Penjahat” dan “Korupsi membunuh” sebagai bentuk kemarahan terhadap pemerintah.

Gelombang protes tersebut menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Sanchez. Partai Sosialis Spanyol atau Partido Socialista Obrero Español (PSOE) yang dipimpinnya dilaporkan menghadapi sejumlah kemunduran dan skandal korupsi sepanjang tahun ini yang melibatkan orang-orang dekat partai.

Di tengah desakan publik, pemerintah Spanyol menghadapi tuntutan untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang terjadi pada Rabu pagi. Insiden melibatkan kereta yang dioperasikan perusahaan kereta api negara, Renfe, dan operator swasta Iryo. Tabrakan tersebut menyebabkan dua gerbong kereta Iryo anjlok, dengan korban mencapai 68 orang meninggal dunia dan sekitar 80 lainnya terluka.

Juru bicara pemerintah daerah Castilla-La Mancha, Esther Padilla, menjelaskan kedua kereta melaju ke arah yang sama ketika salah satunya menabrak kereta lain yang sedang berhenti. Menurut Padilla, kereta Renfe mengangkut 397 penumpang, sedangkan kereta Iryo membawa 147 penumpang.

Tragedi tersebut mendorong Sanchez menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026. Pemerintah juga berjanji menyelidiki insiden itu untuk memastikan penyebab kecelakaan dan mengungkap kemungkinan adanya kelalaian atau kegagalan sistem.

“Spanyol sedang berduka. Kita akan menyelidiki sampai tuntas. Jika ada kelalaian, itu akan diungkap, dan jika ada kegagalan sistem, akan ada respons yang tegas,” ucap Sanchez.

“Kami tidak bisa menerima dua kecelakaan kereta api di tahun yang sama,” tegasnya.

Kemarahan publik semakin besar karena kecelakaan terbaru itu terjadi hanya sembilan bulan setelah kecelakaan kereta berkecepatan tinggi milik operator yang sama di jalur serupa, yang menewaskan 46 orang. Rentetan insiden tersebut meningkatkan sorotan terhadap keselamatan transportasi kereta api dan mendesak pemerintah memastikan hasil penyelidikan disampaikan secara transparan.

Penyelidikan menyeluruh diharapkan dapat menjelaskan penyebab tabrakan, menentukan ada tidaknya kelalaian, serta menghasilkan langkah perbaikan untuk mencegah tragedi serupa terulang. []

Redaksi 03

Bagikan:
Headlines Internasional Peristiwa