TERNATE – Dugaan kambuhnya penyakit epilepsi saat berada seorang diri menjadi temuan awal dalam kasus meninggalnya seorang pria di kawasan pesisir Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (02/06/2026) dini hari. Korban ditemukan tidak bernyawa setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin malam.
Korban bernama Sainuddin Said (54), warga Salero. Jasadnya ditemukan keluarga dan warga sekitar pukul 00.30 Waktu Indonesia Timur (WIT) di bawah tiang penyangga rumah warga di kawasan pesisir dengan kondisi tubuh berlumpur.
Aparat dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Sektor (Polsek) Ternate Utara bersama Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Ternate segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ternate Utara Rusli Hanafi membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.
“Ya, tadi malam saya dapat informasi dari anggota di lapangan, kejadian di Salero,” ujar Rusli, sebagaimana dilansir Tandaseru, Selasa (02/06/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga terjatuh ke laut setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh. Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan keluarga yang menyebut korban memiliki riwayat penyakit tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban terakhir kali terlihat pada Senin sekitar pukul 18.00 WIT saat berbincang dengan rekannya di kawasan Jembatan Batu, Salero. Namun hingga malam hari korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga melakukan pencarian di area permukiman pesisir yang berada di atas perairan.
Pencarian yang dilakukan keluarga dan warga akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Petugas kemudian melakukan identifikasi dan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menyatakan penolakan terhadap proses autopsi. Keputusan itu membuat penanganan kasus difokuskan pada hasil pemeriksaan awal, keterangan saksi, serta kondisi korban di lokasi penemuan. []
Redaksi05

