Kecelakaan sepeda motor di Bundaran Hotel Mercure, Kotawaringin Barat, menewaskan Muhammad Ridho dan melukai berat penumpangnya, sementara kesaksian warga menyoroti dugaan aksi berkendara berbahaya serta maraknya balapan liar pada malam akhir pekan.
KALIMANTAN TENGAH — Dugaan aksi berkendara berisiko dan maraknya balapan liar pada malam akhir pekan menjadi perhatian setelah kecelakaan sepeda motor di Bundaran Hotel Mercure, Jalan Pakunegara, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menewaskan Muhammad Ridho, Minggu (25/10) sekitar pukul 01.00 WIB. Penumpangnya, Kevin, mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha MX King berwarna hitam tanpa nomor registrasi yang dikendarai Ridho. Kecelakaan terjadi ketika sepeda motor melaju dari Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Pakunegara. Setibanya di bundaran, pengendara diduga berusaha menghindari sepeda motor lain hingga kehilangan kendali dan terjatuh.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Barat, Hengki Setiawan, membenarkan kejadian tersebut. “Sesampainya di tempat kejadian di Bundaran Mercure, pengendara diduga berusaha menghindari pengendara roda dua lainnya sehingga hilang kendali dan terjatuh,” jelasnya.
Akibat benturan tersebut, Ridho mengalami luka serius di bagian kepala. Ia dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSSI Pangkalan Bun. Sementara itu, Kevin mengalami luka berat pada bagian mulut dan langsung dibawa ke rumah sakit yang sama untuk memperoleh perawatan medis.
Di luar kronologi kecelakaan, kesaksian warga turut menyoroti dugaan perilaku berkendara berbahaya di kawasan tersebut. Fatir, warga Kelurahan Baru, mengaku melihat pengendara sepeda motor itu sebelum kecelakaan terjadi. Menurut dia, sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi sambil mengangkat roda depan.
Fatir juga menyoroti kebiasaan sejumlah pengendara yang diduga menjadikan ruas Jalan Ahmad Yani hingga Bundaran Hotel Mercure sebagai lokasi balapan liar pada malam Minggu. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.
“Semoga kecelakaan yang merenggut korban jiwa ini menjadi yang terakhir. Sebab, Jalan Ahmad Yani sampai Bundaran Mercure pada malam Minggu sering dijadikan ajang balapan liar,” pungkasnya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berkendara, terutama pada malam akhir pekan ketika aktivitas di jalan raya berpotensi meningkat. Dugaan aksi berkendara berisiko dan penggunaan jalan umum untuk balapan liar perlu menjadi perhatian bersama guna mencegah kecelakaan serupa terulang. []
Redaksi 1

