MAROS – Seorang balita berinisial CAJ (4 tahun 10 bulan) meninggal dunia setelah terjebak dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah panggung di Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (18/06/2026) dini hari. Peristiwa itu juga menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta satu unit sepeda motor milik keluarga korban.
Kebakaran terjadi saat sebagian penghuni rumah tidak berada di lokasi. Api dengan cepat membesar karena bangunan didominasi material kayu sehingga menyulitkan upaya penyelamatan terhadap korban yang berada di dalam rumah.
Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, Jufri, mengatakan kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas di dalam rumah. Saat kejadian, pemilik rumah bernama Jimran sedang berada di luar rumah untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia.
“Kompor gasnya meledak. Bapaknya pergi menonton Piala Dunia. Saat kembali, kebakaran sudah terjadi,” katanya.
Menurut Jufri, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 01.40 Wita. Setelah menerima informasi dari warga, petugas dari Sektor Tanralili segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Tim pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 02.05 Wita dan langsung melakukan pemadaman tiga menit kemudian. Namun, kondisi rumah panggung berbahan kayu membuat kobaran api cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan sebelum berhasil dikendalikan.
Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 02.35 Wita. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan sebelum kembali ke markas pada pukul 02.55 Wita.
Selain menyoroti penyebab kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros juga mengungkap kendala yang dihadapi saat proses penanganan, yakni jarak tempuh yang cukup jauh dari pos pemadam menuju lokasi kejadian.
“Jarak dari sektor ke lokasi cukup jauh. Karena itu kami membutuhkan tambahan armada pemadam kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Baso Tajong, menyebut terdapat empat orang yang menempati rumah tersebut. Berdasarkan hasil pendataan awal, kebakaran diduga kuat dipicu kebocoran regulator tabung gas yang kemudian memunculkan ledakan dan api.
Selain menyebabkan korban jiwa, peristiwa tersebut juga menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Baso mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan cenderung kering.
Ia mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi serta peralatan berbahan bakar gas di rumah, tidak membakar sampah sembarangan, dan menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda. Peristiwa ini sebagaimana diberitakan Matamaros, Kamis, (18/06/2026), menjadi pengingat pentingnya langkah pencegahan kebakaran di kawasan permukiman yang jauh dari jangkauan cepat armada pemadam. []
Redaksi05

