JEMBER – Operasi pencarian dua wisatawan yang hilang akibat terseret ombak di Pantai Sruni Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, resmi ditutup setelah Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan berhasil menemukan seluruh korban pada hari ketiga pencarian, Selasa (02/06/2026).
Dua korban yang merupakan kakak beradik ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar lokasi kejadian. Dengan ditemukannya kedua korban, seluruh rangkaian operasi pencarian dinyatakan selesai pada pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, korban diketahui bernama Barokatul Hidayat (27) dan Rifki (22), warga Dusun Karang Kebon, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.
Keberhasilan pencarian bermula dari laporan nelayan dan warga setempat yang melihat objek mencurigakan di laut. Korban pertama, Barokatul Hidayat, ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB pada jarak sekitar 1,21 kilometer dari titik awal kejadian ke arah 161 derajat. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke darat.
Tidak lama berselang, tim kembali menemukan korban kedua, Rifki. Keberadaan korban sebelumnya telah dilaporkan warga yang melihat sesosok tubuh mengapung pada Senin (01/06/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah dilakukan penyisiran lanjutan, korban berhasil dievakuasi pada jarak sekitar 1,24 kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah 160,13 derajat.
“Kedua korban terseret arus telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini, jenazah keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dikebumikan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebagaimana dilansir Kabarbaik, Selasa, (02/06/2026).
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu (30/05/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, kedua korban sedang berenang di kawasan Pantai Sruni Payangan sebelum tergulung ombak dan terseret arus ke tengah laut.
Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan membagi operasi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR), perahu jukung, serta tim penyisir darat yang menyusuri garis pantai dan area perairan sekitar lokasi kejadian.
Selain fokus pada pencarian korban, petugas juga memberikan bantuan sosial berupa dua paket sembako kepada keluarga korban sebagai bentuk dukungan selama proses penanganan musibah berlangsung.
Dengan berakhirnya operasi pencarian, pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi ombak dan arus laut berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung. []
Redaksi05

