Jaqualine Rosalina Katunggung, guru honorer SMK Pembangunan Pertanian Kabupaten Jayapura yang mengajar sejak 2022, meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sentani ketika masih menantikan pengangkatan oleh pemerintah daerah.
PAPUA – Pengabdian Jaqualine Rosalina Katunggung sebagai guru honorer di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pembangunan Pertanian Kabupaten Jayapura berakhir setelah ia meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada Minggu (25/10/2026) malam. Kepergiannya meninggalkan duka bagi lingkungan sekolah, terlebih karena almarhumah telah mengabdi sejak 2022 dan sedang menantikan pengangkatan oleh pemerintah daerah.
Kepala SMK Pembangunan Pertanian Kabupaten Jayapura, Hans Ohee, mengenang Jaqualine sebagai tenaga pendidik yang rajin dan memiliki loyalitas tinggi meskipun berstatus guru honorer. Ia menyampaikan ungkapan duka tersebut saat berada di kompleks pemakaman Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/10/2026).
“Almarhumah seorang guru yang loyal meskipun guru honorer, ia sangat rajin. Padahal ia sedang menunggu pengangkatan oleh pemerintah Kabupaten Jayapura,” kenangnya.
Selama mengabdi di sekolah tersebut, Jaqualine mengajar pada jurusan peternakan. Dedikasinya dalam menjalankan tugas menjadi salah satu hal yang dikenang pihak sekolah setelah kepergiannya.
Kecelakaan yang merenggut nyawanya terjadi di depan pertigaan jalan masuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kemiri, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Minggu malam. Namun, kronologi lengkap kecelakaan dan identitas pengemudi yang terlibat tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Kabar duka tersebut menjadi kehilangan bagi dunia pendidikan di lingkungan SMK Pembangunan Pertanian Kabupaten Jayapura. Pengabdian Jaqualine selama kurang lebih empat tahun menjadi bagian dari perjalanan sekolah dalam mendidik peserta didik, khususnya di bidang peternakan.
Informasi mengenai peristiwa dan kesaksian kepala sekolah tersebut sebagaimana diberitakan Tribun, Selasa (27/10/2026).
Kepergian Jaqualine sekaligus menyisakan perhatian terhadap dedikasi para guru honorer yang menjalankan tugas pendidikan sembari menantikan kepastian status kepegawaian. Penghormatan terhadap pengabdiannya diharapkan menjadi pengingat akan kontribusi tenaga pendidik dalam mendukung keberlangsungan pendidikan di daerah. []
Redaksi 1

