Netanyahu menyampaikan sikap tersebut setelah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (23/05/2026) malam. Dalam percakapan itu, keduanya membahas rancangan kesepakatan potensial antara AS dan Iran yang juga memuat penghentian konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Netanyahu menyebut Trump tetap mendukung langkah Israel menghadapi ancaman keamanan di kawasan. “Trump menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri dari ancaman di setiap medan perang, termasuk Lebanon,” ujar Netanyahu.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya dan Trump memiliki pandangan serupa terkait perundingan dengan Teheran. Menurut Netanyahu, kesepakatan akhir dengan Iran “harus melenyapkan ancaman nuklir.”
Ketegangan meningkat setelah Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) melancarkan serangan udara ke sejumlah titik di Lebanon selatan pada Senin (25/05/2026). Operasi tersebut disebut sebagai respons atas peluncuran drone peledak dan roket yang diarahkan ke wilayah Israel.
Melalui pernyataan resmi di Telegram, IDF mengklaim telah menggempur lebih dari 70 titik infrastruktur Hizbullah, termasuk pusat komando, gudang persenjataan, dan fasilitas logistik milik kelompok tersebut.
Serangan juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota Hizbullah yang berada di area operasi darat tentara Israel. Selain itu, Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di 10 desa di Lebanon selatan karena khawatir konflik semakin meluas.
Situasi tersebut terjadi ketika negosiasi AS-Iran mulai menunjukkan perkembangan. Iran sebelumnya meminta penghentian permusuhan di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan damai yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, harga minyak dunia dilaporkan bergerak melemah setelah muncul indikasi kemajuan pembahasan perpanjangan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Konflik Israel dan Hizbullah kembali pecah sejak awal Maret 2026 setelah kelompok bersenjata asal Lebanon itu meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam konflik Iran-Israel sebelumnya.
Beberapa jam setelah Netanyahu mengumumkan peningkatan serangan di Lebanon, ledakan keras dilaporkan terdengar di sekitar Selat Hormuz. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, menyebut ledakan terjadi di dekat wilayah pesisir Sirik dan Jask.
Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan tiga dentuman terpisah terdengar di Bandar Abbas. Media pemerintah Iran, Nour News, menyatakan jet tempur AS dan Israel diduga menyerang sejumlah kapal Iran di selatan Pulau Larak hingga menewaskan beberapa personel militer Iran, sebagaimana diberitakan Bloomberg, Selasa (26/05/2026). []
Redaksi05

