Negosiasi Belum Tuntas, AS Serang Basis Rudal Iran

Negosiasi Belum Tuntas, AS Serang Basis Rudal Iran

Bagikan:

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terhadap sejumlah target milik Iran di kawasan selatan negara itu, termasuk kapal yang diduga menebar ranjau di Selat Hormuz dan lokasi peluncuran rudal di Bandar Abbas, Senin (25/05/2026). Operasi tersebut dilakukan di tengah proses negosiasi damai dan gencatan senjata antara Washington dan Teheran yang sebelumnya disebut mulai menunjukkan perkembangan positif.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) menyebut operasi itu sebagai langkah defensif untuk melindungi personel militer AS dari ancaman pasukan Iran. Serangan juga dilakukan setelah dua kapal Iran diduga terdeteksi sedang melakukan penebaran ranjau di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Juru bicara CENTCOM Tim Hawkins mengatakan pasukan AS menyerang sejumlah sasaran di Iran selatan demi mengantisipasi ancaman terhadap armada mereka.

“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” kata Hawkins, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa, (26/05/2026).

Menurut laporan pejabat senior AS yang dikutip media internasional, dua kapal Iran dihancurkan setelah diduga melakukan operasi penebaran ranjau di Selat Hormuz. Selain itu, militer AS juga menyerang lokasi peluncur rudal darat ke udara di Bandar Abbas yang disebut mengincar pesawat tempur Amerika.

Bandar Abbas diketahui merupakan kota pelabuhan strategis Iran yang berada di dekat Selat Hormuz dan menjadi salah satu pusat kekuatan angkatan laut negara tersebut.

Meski terjadi serangan militer, pejabat AS menegaskan operasi itu tidak menandai berakhirnya gencatan senjata yang telah dinegosiasikan sebelumnya. Pemerintah AS tetap menyebut jalur diplomasi dengan Iran masih berjalan.

Situasi ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim proses negosiasi dengan Iran menunjukkan hasil positif. Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut komunikasi antara kedua negara berlangsung baik.

“Negosiasi dengan Republik Islam Iran berlangsung dengan baik!” tulis Trump.

Di sisi lain, upaya mediasi internasional juga terus berlangsung. Delegasi Pakistan yang dipimpin Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dilaporkan tiba di Teheran untuk membantu pembicaraan damai. Delegasi Qatar juga disebut ikut terlibat dalam pembahasan proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington.

Ketegangan terbaru di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi global. Konflik berkepanjangan di kawasan itu dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan pasokan minyak dunia. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang