Kesaksian ajudan Lalu Ahmad Zaini dalam sidang dugaan suap proyek tata kelola air bersih PT AMGM mengungkap penggunaan dua rekening, kiriman uang, tiket pesawat, penginapan, hingga pemberian barang mewah dari Dirut PT MSI.
MATARAM – Persidangan dugaan suap proyek tata kelola air bersih di PT Air Minum Giri Menang (AMGM) mengungkap aliran uang dan berbagai fasilitas yang diduga diberikan Direktur Utama (Dirut) PT Meconel Sistim Instrument (MSI), Alvonsus Gani, kepada sejumlah pihak melalui ajudan Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Lalu Fathon Ahimsa. Pemberian tersebut terungkap dalam kesaksian Lalu Fathon di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Rabu (04/11/2026).
Dalam persidangan tersebut, Lalu Fathon mengakui menggunakan dua rekening bank pribadi untuk menerima dan menampung kiriman uang. Penggunaan rekening terpisah itu, menurut keterangannya, dilakukan agar uang yang diterima tidak bercampur dengan dana pribadinya.
“Iya, jadi saya buat dua rekening, karena saya takut ke campur dengan uang pribadi,” katanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Mukhlassuddin, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu, (04/11/2026).
Keterangan tersebut muncul ketika majelis hakim mendalami sejumlah transaksi yang tercatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Lalu Fathon. Salah satu yang menjadi perhatian ialah kiriman uang dari Alvonsus Gani ke rekening Bank Mandiri milik saksi.
Dalam pemeriksaan, terungkap adanya penerimaan uang dengan nominal belasan juta rupiah yang disebut untuk pembelian sapi. Lalu Fathon mengakui menerima uang tersebut sebanyak dua kali dalam kurun waktu berbeda.
“Itu dua kali saya terima, 2025 dan 2026,” ujarnya.
Selain aliran uang tunai, persidangan juga mengungkap dugaan pemberian fasilitas perjalanan dan akomodasi kepada sejumlah pihak. Dalam daftar pemberian yang dipertanyakan di hadapan majelis hakim, tercantum tiket pesawat menuju Jakarta atas nama LAZ, istrinya Ayu Indra Rukmana, dan Lalu Fathon.
Daftar tersebut juga memuat puluhan tanggal pemesanan penginapan di sejumlah hotel berbintang di Jakarta dan Surabaya selama periode 2025–2026. Salah satu nama lain yang tercatat menerima fasilitas penginapan adalah Wakil Bupati (Wabup) Lombok Barat (Lobar), Nurul Adha, yang disebut memperoleh fasilitas tersebut dalam dua kesempatan di Jakarta.
Pemberian lainnya yang terungkap dalam persidangan berupa tiga unit telepon genggam iPhone 17 Pro dan perangkat iPhone lainnya. Dua unit disebut berada dalam penguasaan Lalu Fathon, sedangkan satu unit lainnya diperuntukkan bagi istri LAZ.
Selain perangkat elektronik, terdapat pula dugaan pemberian sepatu merek Hermès yang disebut merupakan permintaan LAZ. Sebuah mobil Toyota Alphard juga tercatat dalam perkara dan telah disita sebagai barang bukti.
Rangkaian keterangan tersebut berkaitan dengan dugaan pemberian suap kepada LAZ selama periode 2024–2026, sejak yang bersangkutan menjabat Dirut PT AMGM hingga menjadi Bupati Lobar. Dalam perkara ini, Lalu Fathon disebut berperan sebagai perantara yang menyampaikan berbagai permintaan LAZ kepada Alvonsus Gani.
Selama menjalankan tugas sebagai ajudan, Lalu Fathon diketahui masih berstatus sebagai karyawan PT AMGM. Ia mulai menerima surat tugas perbantuan sebagai ajudan LAZ pada 23 Desember 2024, setelah LAZ resmi menjabat Bupati Lobar.
Dalam dakwaan penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemberian kepada LAZ melalui Lalu Fathon diduga menjadi bagian dari upaya Alvonsus Gani untuk memastikan PT MSI memperoleh proyek tata kelola air bersih di PT AMGM.
Perusahaan tersebut kemudian tercatat sebagai pemenang proyek yang berlangsung pada periode 2024–2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp27,1 miliar. Penuntut umum menduga pemberian berbagai uang dan fasilitas tersebut berkaitan dengan kepentingan perusahaan dalam mendapatkan dan mempertahankan proyek.
Persidangan ini memperlihatkan pentingnya penelusuran aliran dana, fasilitas, serta hubungan antara pihak pemberi dan penerima dalam perkara dugaan korupsi pengadaan proyek pemerintah. Keterangan para saksi dan pembuktian di pengadilan diharapkan dapat memperjelas keterlibatan masing-masing pihak serta mengungkap secara menyeluruh dugaan penyimpangan dalam proyek tata kelola air bersih tersebut. []
Redaksi 01

