Sembilan Warga Sipil Tewas, Serangan Udara Kembali Hantam Permukiman Gaza

Sembilan Warga Sipil Tewas, Serangan Udara Kembali Hantam Permukiman Gaza

Bagikan:

GAZA – Sedikitnya sembilan warga Palestina dilaporkan tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka setelah serangan udara menghantam sejumlah kawasan permukiman di Kota Gaza, Kamis (04/06/2026). Korban dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang rusak akibat serangan yang terjadi di tengah masih berlangsungnya klaim gencatan senjata di wilayah tersebut.

Sumber medis di Rumah Sakit Asy-Syifa Gaza menyatakan sembilan korban meninggal dunia ditemukan di lokasi bangunan yang runtuh setelah empat unit apartemen warga menjadi sasaran serangan udara. Peristiwa ini menambah daftar korban sipil dalam konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Sehari sebelumnya, Rabu (03/06/2026), empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan, juga dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang terjadi di sejumlah wilayah berbeda di Gaza. Informasi yang diperoleh dari lapangan menyebutkan sebuah pesawat nirawak menyerang rumah warga di Kamp Pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka.

Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Al-Mughraqa yang menewaskan seorang pemuda Palestina. Sementara di wilayah selatan Gaza, Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis mengonfirmasi seorang perempuan meninggal dunia akibat luka serius yang dideritanya setelah sebelumnya menjadi korban pengeboman di kawasan pengungsian Mawasi.

Selain serangan udara, aktivitas militer di darat juga dilaporkan masih berlangsung. Sejumlah bangunan dan fasilitas umum di beberapa wilayah Gaza mengalami kerusakan akibat operasi penghancuran yang dilakukan di area yang dikuasai militer Israel.

Laporan saksi mata di Khan Younis menyebutkan sedikitnya 10 bangunan dan fasilitas publik dihancurkan di bagian timur kota tersebut. Ledakan besar juga terdengar di sejumlah distrik timur Kota Gaza yang menjadi lokasi operasi militer.

Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas. Berdasarkan data yang dihimpun otoritas setempat, puluhan ribu warga Palestina meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban dilaporkan merupakan perempuan dan anak-anak, sementara kerusakan infrastruktur terjadi di berbagai wilayah Gaza.

Data lokal juga mencatat ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka masih terjadi setelah gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan besar dalam mewujudkan keamanan dan pemulihan kemanusiaan bagi warga Gaza yang hingga kini masih hidup di tengah situasi konflik berkepanjangan, sebagaimana diwartakan Al Jazeera, Kamis, (04/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang