Titik Api Gunung Ciremai Menurun, Pemadaman Karhutla Masih Berlanjut

Titik Api Gunung Ciremai Menurun, Pemadaman Karhutla Masih Berlanjut

Bagikan:

JAWA BARAT  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, masih dalam penanganan tim gabungan meski jumlah titik api terpantau menurun dari 13 menjadi 10 titik dalam rentang 22–23 Oktober 2026. Sementara itu, kebakaran lahan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, telah berhasil dipadamkan berdasarkan laporan hingga Sabtu (24/10/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pemantauan dan pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan hutan yang masih menunjukkan titik panas. Laporan perkembangan penanganan tersebut dihimpun hingga Minggu (25/10/2026) pukul 07.00 WIB.

Di Kuningan, kebakaran mulai terjadi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 20.44 WIB, tepatnya di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan. Hingga laporan terakhir, penyebab kebakaran masih diselidiki dan pemadaman terus berlangsung.

Tim gabungan yang terlibat meliputi Balai TNGC, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Kuningan, unsur pemerintah daerah, relawan, masyarakat, serta kelompok masyarakat peduli api.

Pemadaman dilakukan secara manual dan melalui operasi pengeboman air (water bombing). Tim juga memanfaatkan pesawat udara tanpa awak (PUTA) dan drone termal untuk memantau titik panas serta menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Hasil pemantauan pada Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB menunjukkan 13 titik api. Jumlah itu turun menjadi 10 titik pada Jumat (23/10/2026) pukul 16.00 WIB. Namun, pemantauan udara pada Sabtu (24/10/2026) masih menemukan titik api di dalam kawasan hutan, di sebelah selatan pos pemantauan kebakaran Karang Dinding.

Pemantauan dilakukan dengan menyusuri sejumlah lokasi, antara lain Cipariuk, Karang Dinding, Bukit Seribu Bintang (BSB), Karang Saninten, Gunung Sumbul, dan Gunung Dulang. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar pembagian personel ke empat sektor penanganan, yakni Blok 1 Bukit Seribu Bintang, Blok 2 Karang Dinding, Blok 3 Batu Arca, dan Blok 4 Bintangot.

Pos komando didirikan di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, untuk memperkuat koordinasi antarpetugas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten juga melakukan peninjauan melalui udara guna memantau kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan.

Sejumlah kebutuhan yang masih diidentifikasi mencakup dukungan water bombing, tambahan personel, peralatan pemadaman, alat komunikasi, alat berat, serta logistik. BNPB turut mendampingi patroli PUTA dan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bandara Kertajati. Hingga laporan terakhir, pesawat pendukung operasi tersebut masih dalam proses mobilisasi dari Provinsi Jambi.

Penanganan karhutla di Kuningan berlangsung dalam masa perpanjangan status siaga darurat bencana kekeringan serta karhutla di Jawa Barat, sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.577-BPBD/2026 yang berlaku pada 1–31 Oktober 2026. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan kerugian materiil masih dalam pendataan.

Sementara itu, kebakaran di Kabupaten Ciamis yang terjadi pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 09.28 WIB melanda tiga desa, yakni Desa Pamalayan di Kecamatan Cijeungjing serta Desa Cidolog dan Desa Ambit di Kecamatan Cidolog. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2,254 hektare.

BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis untuk mendukung penanganan. Petugas pemadam kebakaran, Bintara Pembina Desa (Babinsa), perangkat desa, dan masyarakat turut melakukan pemadaman. Berdasarkan laporan Sabtu (24/10/2026), api telah berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kebakaran lahan terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, pada Sabtu (24/10/2026). Kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang kemudian membesar dan merambat ke rumpun bambu di sekitarnya. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar.

BPBD Kabupaten Grobogan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen untuk mengetahui dampak kebakaran. Api telah berhasil dipadamkan, kondisi lokasi dilaporkan aman dan terkendali, serta tidak ada korban jiwa. Penanganan berlangsung dalam masa status siaga darurat kekeringan dan karhutla Jawa Tengah Tahun 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026, yang berlaku pada 1 Juni–31 Desember 2026.

BNPB mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama selama musim kemarau. Warga juga diminta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dan segera melaporkan temuan titik api kepada aparat setempat atau BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko terhadap keselamatan warga dan kelestarian lingkungan. []

Redaksi1

Bagikan:
Bencana Berita Daerah