KUDUS – Seorang pria berinisial Sumikan (57), warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus (Kudus), Jawa Tengah (Jateng), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Rabu (01/07/2026) pagi. Hasil pemeriksaan awal petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya.
Peristiwa itu diketahui setelah seorang saksi yang sebelumnya sempat memeriksa kondisi korban pada Senin (29/06/2026) kembali mendatangi rumah korban sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban terlihat terbaring di ruang tamu, namun tidak memberikan respons ketika dipanggil.
Saksi kemudian meminta bantuan perangkat desa, Anis Riyanto, untuk memastikan kondisi korban. Warga selanjutnya menjebol sebagian jendela gedek rumah dan mendapati korban telah meninggal dunia. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Mejobo.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mejobo Heri Purwanto mengatakan, saat pengecekan pada Senin (29/06/2026), korban masih terdengar mendengkur sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
Petugas Polsek Mejobo bersama tenaga kesehatan, relawan, dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Kepolisian Resor (Polres) Kudus kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian dan pemeriksaan awal, sebagaimana diberitakan Murianews, Rabu (01/07/2026).
“Hasil pemeriksaan awal tim Inafis Polres Kudus bersama petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.”
“Korban diperkirakan sudah meninggal sekitar enam hingga delapan jam sebelum ditemukan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit yang dideritanya,” kata Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Any Wilianti mengatakan pihaknya segera mengerahkan relawan setelah menerima laporan adanya warga yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
”Begitu menerima laporan, relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kudus langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi dan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan proses evakuasi berlangsung aman dan lancar dengan melibatkan BPBD Kudus, relawan, kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), tenaga kesehatan, serta warga sekitar.
Berdasarkan informasi kepolisian, korban diketahui tinggal seorang diri setelah berpisah dengan istrinya dan tidak tinggal bersama anaknya. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dievakuasi ke rumah mantan istrinya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. []
Redaksi05

