Di Balik Beseprah Erau Kukar, Ada Pesan Merawat Kuliner dan Kebersamaan

Di Balik Beseprah Erau Kukar, Ada Pesan Merawat Kuliner dan Kebersamaan

Bagikan:

Beseprah dalam Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya menjadi tradisi makan bersama, tetapi juga membuka ruang untuk menjaga kuliner tradisional sekaligus mendorong perhatian terhadap kesehatan dan kelayakan makanan yang disajikan kepada masyarakat.

KUTAI KARTANEGARA – Tradisi Beseprah dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkuat keberadaan kuliner tradisional sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani saat mengikuti Beseprah di depan Museum Mulawarman, Tenggarong.

Ahmad Yani menilai hidangan yang disajikan dalam Beseprah tidak semestinya hanya dipandang sebagai jamuan dalam sebuah pesta budaya. Menurut dia, makanan tradisional yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dikenalkan dan dilestarikan.

“Siapa tahu nanti mungkin panitia bisa juga ada penilaian-penilaian terkait dengan makanan tradisional. Yang penting kan sebenarnya bagaimana makanan itu sehat, halal, dan kemudian enak dikonsumsi,” jelasnya.

Gagasan tersebut, menurut Ahmad Yani, dapat menjadi salah satu cara untuk memberi perhatian lebih terhadap makanan tradisional yang disajikan dalam kegiatan budaya. Penilaian tidak hanya diarahkan pada cita rasa, tetapi juga aspek kesehatan dan kelayakan makanan untuk dikonsumsi masyarakat.

Ia menilai perhatian terhadap makanan menjadi penting karena Beseprah melibatkan masyarakat secara luas. Sajian yang tersedia dinikmati bersama dalam suasana yang mempertemukan berbagai kalangan tanpa membedakan status sosial.

“Karena pesta budaya ini kan juga menyangkut bagaimana menyehatkan kita semua. Termasuk makanan yang kita konsumsi,” tambahnya.

Beseprah merupakan tradisi makan bersama dengan duduk bersila di atas tikar. Dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026, masyarakat menikmati berbagai hidangan dalam satu hamparan di depan Museum Mulawarman. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tema perayaan tahun ini, “Manunggal Raja Bersama Rakyatnya, Raja Menjamu Rakyatnya”.

Selain menjadi bagian dari jamuan budaya, Beseprah juga memuat nilai berbagi dan rasa syukur. Ahmad Yani mengatakan nilai tersebut tetap penting dipertahankan karena masyarakat dapat berkumpul dan menikmati rezeki secara bersama-sama.

“Ini kan harus dilestarikan ya, budaya Beseprah, budaya makan bersama. Intinya kan sebenarnya ini adalah berbagi. Jadi, ini adalah rangkaian kegiatan Erau yang harus menjadi bagian dari kebudayaan kita,” kata Ahmad Yani.

Menurutnya, pelaksanaan Beseprah tahun ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap tradisi tersebut. Keterlibatan warga dalam menikmati hidangan bersama menjadi salah satu gambaran bahwa Beseprah masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Kukar.

“Ini luar biasa. Karena masyarakat kita kan hampir semua turun untuk makan bersama,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan Prokal, Kamis, (24/09/2026), Beseprah menjadi salah satu rangkaian Erau Adat Kutai 2026 yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan. Tradisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Kutai agar tetap dikenal dan dijalankan.

Ahmad Yani berharap Beseprah dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Baginya, keberlanjutan tradisi tersebut bukan hanya menyangkut prosesi makan bersama, tetapi juga menjaga nilai berbagi, kebersamaan, serta keberadaan makanan tradisional yang menyertainya.

“Bagaimana bisa memberi makan, bisa bersama-sama makan. Karena itu adalah rezeki karunia Tuhan Yang Maha Kuasa. Berbagi,” ujarnya.

Ia menegaskan keberadaan Beseprah perlu terus dirawat sebagai bagian dari identitas budaya Kukar. Bersamaan dengan itu, perhatian terhadap makanan yang disajikan diharapkan semakin kuat sehingga tradisi budaya dapat berjalan dengan tetap memperhatikan aspek kesehatan masyarakat. []

Redaksi08.

Bagikan:
Berita Daerah Headlines