Polisi Bongkar Alasan Pelaku Culik Anak di Kutim, Berawal dari Penumpang Ojol

Polisi Bongkar Alasan Pelaku Culik Anak di Kutim, Berawal dari Penumpang Ojol

Bagikan:

KUTAI TIMUR – Motif ekonomi diduga menjadi pemicu utama kasus penculikan dan pembunuhan terhadap MRP (7), anak yang hilang di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kepolisian mengungkap tersangka MY (32), yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, diduga merencanakan aksi tersebut setelah mengetahui keluarga korban tengah mengurus dana dalam jumlah besar.

Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Kepolisian Resor (Polres) Kutim menangkap MY di kawasan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Selasa (02/06/2026) malam. Penangkapan dilakukan setelah polisi mengidentifikasi pelaku melalui keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (closed-circuit television/CCTV).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltim, Jamaluddin Farti, menjelaskan tersangka diduga telah menyusun rencana penculikan sejak beberapa bulan lalu. Ide tersebut muncul setelah pelaku pernah mengantar orang tua korban sebagai penumpang ojek online.

“Saat itu, pelaku pernah mengantar orang tua korban sebagai penumpang. Selama di perjalanan, orang tua korban bercerita sedang mengurus uang dengan nominal yang cukup besar. Pelaku kemudian sengaja lewat di depan rumah korban dan menandai lokasinya,” urai Jamaluddin.

Menurut hasil penyelidikan sementara, tersangka kemudian menganggap keluarga korban memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Korban diduga dijadikan sasaran penculikan untuk memperoleh uang tebusan.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltim, Endar Priantoro, mengungkapkan tersangka sempat mengirim pesan ancaman kepada keluarga korban dengan meminta uang tebusan sebesar Rp200 juta melalui rekening bank digital.

“Dalam potongan kardus itu, tersangka MY meminta keluarga korban untuk mengirimkan uang tebusan sebesar Rp 200 juta ke sebuah nomor rekening SeaBank, disertai kalimat bernada ancaman keras,” ungkap Endar, sebagaimana diberitakan Kompas, Kamis, (04/06/2026).

Namun, sebelum permintaan tersebut dipenuhi, korban diduga telah dibunuh. Berdasarkan hasil penyelidikan, korban ditemukan meninggal dunia di sungai dekat Masjid Agung Al-Falah Sangatta.

Polisi masih mendalami alasan tersangka menghabisi korban sebelum memperoleh uang tebusan. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan lanjutan dan hasil visum et repertum dari tim forensik.

“Kami tidak ingin berspekulasi dan harus menunggu hasil pemeriksaan resmi serta visum et repertum secara menyeluruh dari tim dokter forensik rumah sakit,” tegas Endar.

Dalam kasus ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih, jaket dan helm ojek online, potongan kardus berisi pesan ancaman, serta pakaian terakhir yang dikenakan korban.

Kasus bermula pada Senin (01/06/2026) sekitar pukul 19.00 WITA ketika korban dilaporkan hilang dari rumahnya di Sangatta Utara. Keterangan seorang teman korban mengarahkan penyelidikan kepada seorang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy putih dengan atribut ojek online.

“Menurut keterangan teman korban ini, korban sudah dibawa pergi oleh seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih, mengenakan helm merah, dan memakai jaket ojek online berwarna kuning,” jelas Endar.

Setelah menerima laporan keluarga korban pada Selasa (02/06/2026) dini hari, polisi melakukan pencarian intensif hingga akhirnya menangkap tersangka pada malam harinya. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (03/06/2026) sekitar pukul 11.30 WITA di aliran sungai dekat Masjid Agung Al-Falah Sangatta.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian masyarakat Kutim sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kejahatan yang menyasar anak-anak. Polisi memastikan penyidikan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan motif pelaku secara menyeluruh. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal